MAMPIR GAN DI LAPAK ANE

Sabtu, 23 Juli 2011

Kisah Ini Bersumber Dari Seorang Ibu yang Ikhlas

Hanya Mencari Ridha Allah Swt

Suatu hari beberapa tahun yang lalu, giliran saya mendapatkan uang arisan. Setelah saya keluarkan untuk berbagai keperluan, tersisa sebanyak Rp.500.000,-. Saya pernah berniat untuk membeli tas yang terpajang di etalase sebuah mall, kalau saya dapat giliran menarik uang arisan tersebut. Inilah saatnya saya tunaikan niat itu. Tapi pada hari saya menerimanya, datang seorang tamu yang tidak dikenal ke rumah. Entah kenapa pembantu saya menyilakan masuk.
Seorang ibu muda berbaju lusuh dengan wajah letih. Bercerita dia tentang kesulitannya yang amat sangat. Ia bercerita dia tentang kesulitannya yang amat sanagat. Ia bercerita tentang kontrakan rumahnya yang sudah tiga bulan belum terbayar dan dia terancam diusir. Sementara suaminya sudah meninggal lima bulan yang lalu. Dia memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil. Dia tidak bisa bekerja tetap karena anaknya masih harus disusui, sementara dia juga tidak memiliki modal dan keterampilan apa pun yang dapat diandalkannya. Kehidupan dan anak-anaknya dalam keadaan teramat sulit. Ia harus meminjam ke sana ke mari. Kadang ia harus bekerja sebagai pencuci baju ataupun pembantu harian untuk memenuhi kebutuhan dan anak-anak dan dirinya. Siapa pun yang mendengar bercerita pasti akan menaruh kasihan dan akan sangat tersentuh. Tak terkecuali aya. Dia menawarkan dua buah seprai untuk saya beli. Ia menjelaskan bahwa seprai itu ia dapatkan dari tetangganya yang memiliki usaha "jahitan rumahan". Sebenarnya saya tidak membutuhkan seprai itu. Seprai itu jugakualitasnya tidak bagus. Ia tidak menawarkan harga kepada saya, cuma berkata , "Bu, saya butuh untuk membayar kontrakan saya yang tertunggak sebesar lima ratus ribu rupiah. Saya mengerti seprai ini tidaklah pantas untuk dihargai sedemikian tinggi, tapi saya sangat butuh saat ini." Saya terdiam. Ketulusannya dan kejujurannya membuat saya tergugah. Subhanallah dengan bergetar saya buka dompet saya dan mengeluarkan uang yang ada di sana. Lima ratus ribu rupiah. Uang yang rencananya akan saya belikan tas akhirnya berpindah ke tangan tamu saa. Tak tersisa. Mata saya membasah mendengar bibir tamu saya mengucapkan terima kasih. "Ya Allah, rahmatilah penghuni rumah ini." Ia mencium tangan saya dan hendak bersujud di kaki  saya, Saya menampiknya dan mengangkat bahunya. Ia rapatkan tangannya dan terus berdoa lama sekali. Dengan linangan air mata ia mohon pamit kepada saya.
Saya hanya memandangnya pergi meninggalkan rumah saya. Saya tepiskan perasaan kecewa dengan berdoa, "Aku ridha ya Allah, berikanlah ganti yang lebih baik untukku." Saya percaya, Allah Yang Maha Agung memberi petunjuk bagi ibu tadi untuk melangkah ke rumah saya, karena Allah Maha Tahu saya mampu menolongnya. Apakah saya bersedia menolongnya atau membiarkannya? Pasti harapan ibu itu lebih didengar Allah karena menyangkut hidup keluargannya, sementara keinginana saya bersifat dunia semata.
Setelah kepergiannya  saya bertanya dalam hati, "Siapakah ibu itu sebenarnya? Benarkah dia memang sedang kesulitan? Atau dia hanya 'seseorang' yang dikirim Allah untuk menguji keimanan saya?" Namun, saya tidak mau membiarkan hati ini berperasangka buruk terhadap apa pun, karena semua niat baik pasti akan mendapat ridha dari Allah Swt. Saya teringat akan ayat Al-Qur'an "Alllah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya" (QS Al-Hajj [22]: 40), juga firman-Nya, "Dan di antara manusia ada orang yang mengorankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (QS Al-Baqarah [2]: 207)
Setelah kejadian ini, saya tidak ingin mengingatnya lagi. Kepada suami pun saya tidak pernah menceritakannya. Saya ikhlas karena semua itu hanya untuk mencari ridha Allah semata. Saya tidak ingin berandai-andai. Bila saya menghitungnya dengan perkalian dan angka, misalnya memberi 1 akan dibalas 10, atau saya mendapatkan hadiah berupa tas yang berkali lipat harganya dibandingkan dengan yang saya inginkan itu, tentu saya akan kecewa dan putus asa jika balasan Allah di dunia ini tidak kunjung menghampiri. Saya pernah membaca sebuah ayat di Al-Qur'an, "Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan apa saja yang kamu infakkan (nafkahkan), maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS Saba' [34]; 39)
Setelah membaca hati saya memjadi tenang, saya yakin Allah pasti akan membalasnya pada suatu saat nanti. Saya tidak pernah mengharapkan apakah  itu di dunia atau di akhirat. Sama saja bagi saya. Allah Mahatahu dan Maha Menentukan. Yang paling penting adalah ridha Allah. Satu hal yang membuat saya menangis berlinang air mata adalah ketika saya membaca suatu riwayat dalam sebuah tafsir mengenai Sayyidina Abu Bakar ra yang selalu menolong orang-orang yang sedang dalam kesulitan dan kelaparan. Ketika orang-orang yang diberi sedekah mengucapkan terima kasih kepadanya, Abu Bakar ra berkata : "Sesungguhnya aku membantu kalian hanya karena kau mengharap akan bertemu dengan Tuhanku dan aku rindu akan wajah-Nya." Hal ini di abadikan oleh Allah di Al-Qur'an : "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah (ridha) Allah semata, kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.' (QS Al-Insan [76]: 9). Subhanallah ..... sejak itu saya tidak pernah mengharap apa pun lagi selain ridha -Nya semata.
Tanpa saya sadari, pada hari-hari berikutnya saya merasakan nikmat yang luar bisa. Semuanya terjadi pada tahun ini juga. Suatu hari suami menyampaikan. kepada saya bahwa ia ingin membawa saya dan anak-anak berlibur ke luar negeri. Anak-anak saya selalu berangan-angan untuk dapat melihat Disneyland. Anak saya yang paling besar yang ketika itu berumur 6 tahun, selama ini, selalu agar dapat pergi ka sana. Alhamdulillah, doanya terkabul.
Demikian pula ketika bulan Ramadhan tiba, nikmat Allah Swt yang lain menghamiri kami. Saya dan keluarga mendapatkan kesempatan umrah pada sepuluh hari akhir Ramadhan dengan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun karena ditanggung sepenuhnya oleh mertua saya.
Hal lain lagi yang merupakan nikmat sangat luar biasa bagi kami sekeluarga adalah pada tahun itu pula kami memperoleh amanah seorang anak laki-laki dari Allah Swt, Anak itu sejak lahir ingin diserahkan oleh ibunya kpada kami , tanpa ada paksaan ataupun rencana dari kami sedikit pun. Anak itu yatim, telah ditinggal oleh ayahnya ketika kandungan ibunya berusia empat bulan. Baginya banyak anugerah luar biasa tahun itu yang tidak putus-putusnya saya syukuri.
Dalam  keadaan bersimpuh saya berdoa, "Ya Allah, sungguh besar nikmat yang Engkau berikan kepadaku hanya dengan membantu hamba-Mu dengan bantuan yang amat sangat kecil di sisi-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu. Ya Allah, aku sadar, balasan yang kekal adalah di akhirat nanti."
Rasulullah bersabda, "Setiap pagi datang dua malaikat kepada setiap hamba. Yang satu berdoa, "Ya Allah, berilah ganti pada hamba Engkau yang menafkahkan hartanya." Sementara yang lain berdoa, "Ya Allah, binasahkanlah harta orang yang kikir." (HR Bukhari dan Muslim).

Kamis, 21 Juli 2011

Kekayaan Yang Hakiki

Suatu hari Rasulullah Saw duduk di antara para sahabatnya dan bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku seseorang tidak di sebut kaya karena banyak hartanya, melainkan yang di sebut kaya adalah orang yang memiliki kekayaan jiwa." (HR Bukhari dan Muslim)

Allah Swt berfirman: 
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah di antara kamu, serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (QS Al Hadid [57] : 20)

Dari sahabat Rasulullah Saw Anas ra, Rasulullah Saw bersabda, "Pada Hari Kiamat dihadirkan orang yang paling senang dan paling berkecukupan ketika di dunia. Ia termasuk calon penghuni neraka. Kemudian ia dimasukan sebentar (dicelupkan) dalam neraka dan ditanya, "Wahai anak Adam, apakah kamu pernah merasakan kesenangan dan kenikmatan?" Dia menjawab, "Demi Engkau, tidak ada wahai Tuhanku." Lalu didatangkan orang yang ketika hidupnya di dunia banyak menderita dan dipenuhi dengan berbagai kesempitan. Ia termasuk calon peghuni surga. Ia ditanya, "Wahai hamba-Ku apakah engkau pernah merasakan kesedihan dan penderitaan?" Jawabannya, "Demi Engkau ya Tuhanku, aku tidak pernah merasakan penderitaan sedikit pun dan tidak pernah pula aku merasa bersedih." (HR Muslim)

Selasa, 19 Juli 2011

Kemulian Pembaca Al-Qur'an


"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (QS Al-Anbiyaa' [21]: 10)

Allah Swt menjanjikan kemuliaan bagi seorang pembaca Al-Qur'an yang berusaha untuk selalu membaca, memahami, dan menaatinya. Maka kita tanya diri kita: berapa seringkah kita membacanya? Memahaminya? Mempelajarinya dan merenungkan isinya?
Rasulullah Saw bersabda, "Di antara penghargaan Allah Swt kepada hamba-Nya adalah: memuliakan seorang Muslim yang beruban (yang sudah tua): memuliakan pembaca Al-Qur'an yang tidak berlebih-lebihan dan tidak berpaling darinya; dan memuliakan penguasa yang adil," (HR Abu Dawud)
Sungguh suatu berita yang menggembirakan bagi pembaca Al-Qur'an. Adakah yang lebih penting di dalam kehidupan seorang hamba melebihi "kemulian" yang Allah Swt berikan kepadanya? Ia akan berjalan di muka bumi dengan penuh ketenteraman, kelapangan, kesejateraan. Ia akan memperoleh banyak kemudahan dalam menjalani hidupnya dan ia akan dihormati serta dihargai orang lain.
Rasulullah Swt bersabda, "Sesungguhnya Al-Qur'an akan menemui sahabatnya pada Hari Kiamat saat kuburannya terbelah dan ia keluar dalam keadaan pucat. Al-Qura'an berkata, "Apakah engkau mengenalku?" Ia berkata, "saya tidak mengenalmu." Al-Qur'an berkata, "Saya adalah Al-Qur'an sahabatmu, yang telah membuatmu kehausan di siang hari dan membuatmu tidak tidur di malam hari. Setiap pedagang berada di belakang dagangannya. Aku bagimu hari ini bagaikan orang yang berada dibelakang daganganya. Kemudian didatangkanlah kerajaan di samping kanan orang itu dan keabadian di samping kirinya. Lalu diletakkan di atas kepalanya mahkota kebesaran. Kepada kedua orang tuanya dikenakan perhiasan yang belum pernah mereka pakai selama di dunia. Keduanya berkata, "Apa sebabnya kami memakai perhiasan ini?" Lalu dijawab, "Disebabkan oleh persahabatan anak kalian berdua dengan Al-Qur,an." Kemudian dikatakan pula, "Bacalah dan naiklah menuju surga dan kamar-kamarnya. Lalu ia pun naik dengan bacaan Al-Qur'annya." (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Sabtu, 16 Juli 2011

Wanita-Wanita Mualaf

Ipar Tony Blair, Lauren Booth, 43 tahun, mengatakan dia sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa. Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu lalu setelah mengunjungi tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. “Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita,” ujarnya.
Kristiane Backer dulu dan sekarang
Kristiane Backer dulu dan sekarang
Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai wartawan di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin,” katanya. Menurut Kevin Brice dari Swansea University, yang memiliki spesialisasi dalam mempelajari konversi keyakinan, menyatakan gelombang para wanita terpelajar Inggris yang beralih keyakinan menjadi Muslim merupakan bagian dari tren menarik.
“Mereka mencari inti spiritualitas, arti yang lebih tinggi, dan cenderung untuk berpikir secara mendalam sebelum memutuskan. Namun dalam konteks ini, saya menyebutnya fsebagai fenomena “mengkonversi kenyamanan”. Mereka akan menganggap agama adalah alat menyenangkan suami Muslim mereka dan keluarganya, tapi tidak akan selalu menghadiri masjid, berdoa, dan berpuasa,” ujarnya.
Camilla Leyland 32 tahun seorang guru Yoga, penampilan dulu dan sekarang
Camilla Leyland 32 tahun seorang guru Yoga, penampilan dulu dan sekarang
Benarkah demikian? Kristiane Backer, wanita 43 tahun dan mantan VJ MTV yang menjadi ikon kehidupan Barat liberal yang dirindukan remaja saat mudanya, menggeleng. “Masyarakat permisif yang saya dambakan ketika muda dulu ternyata sangat dangkal, tak memberi ketenteraman batin apapun,” ujarnya.
Titik balik untuk Kristiane muncul ketika dia bertemu mantan pemain kriket Pakistan dan seorang Muslim, Imran Khan pada tahun 1992. Dia membawanya ke Pakistan. Di negara kekasihnya itu, dia segera tersentuh oleh spirtualitas dan kehangatan dari orang-orang Islam di negara itu. “Meskipun kemudian hubungan asmara saya dengan Imran Khan kandas, semangat saya mempelajari Islam tak turut kandas. Saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf,” ujarnya.
Menurutnya, Islam adalah agama bervisi. “Di Barat, kami menekankan untuk alasan yang dangkal, seperti apa pakaian untuk dipakai. Dalam Islam, semua orang bergerak ke tujuan yang lebih tinggi. Semuanya dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Itu adalah sistem nilai yang berbeda,” tambahnya.
Penulis Eva Ahmad Sebelah Kanan dan Lynne Ali yang kini menjadi seorang Muslimah
Penulis Eva Ahmad Sebelah Kanan dan Lynne Ali yang kini menjadi seorang Muslimah
Untuk sejumlah besar wanita, kontak pertama mereka dengan Islam berasal dari kencan pacar Muslimnya. Lynne Ali, 31, dari Dagenham di Essex, mengakuinya. Di masa lalu, hidupnya hanyalah pesta. “Aku akan pergi keluar dan mabuk dengan teman-teman, memakai pakaian ketat dan mengerling siapapun lelaki yang ingin aku kencani,” ujarnya.
Di sela-sela pekerjaannya sebagai DJ sebuah kelab malam papan atas London, ia menyempatkan ke gereja. Tetapi ketika ia bertemu pacarnya, Zahid, di universitas, sesuatu yang dramatis terjadi.”Dia mulai berbicara kepadaku tentang Islam, dan itu seolah-olah segala sesuatu dalam hidupku dipasang ke tempatnya. Aku pikir, di bawah itu semua, aku pasti mencari sesuatu, dan aku tidak merasa hal itu dipenuhi oleh gaya hidup hura-huraku dengan alkohol dan seks bebas.”
Pada usia 19 tahun, Lynne memutuskan menjadi mualaf. “Sejak hari itu pula, aku memutuskan mengenakan jilbab,” ujarnya. “Ini adalah tahun ke-12 rambut saya selalu tertutup di depan umum. Di rumah, aku akan berpakaian pakaian Barat normal di depan suami saya, tapi tidak untuk keluar rumah.”
m
Lauren Booth, ipar dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang menjadi muslim setelah mendapat pengalaman spiritual di Iran
Lauren Booth, ipar dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang menjadi
muslim setelah mendapat pengalaman spiritual di Iran
Survei YouGov baru-baru ini menyimpulkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Inggris percaya Islam adalah pengaruh negatif yang mendorong ekstremisme, penindasan perempuan dan ketidaksetaraan. Namun statistik membuktikan konversi Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan. Islam adalah, setelah semua, agama yang berkembang tercepat di dunia. “Bukti menunjukkan bahwa rasio perempuan Barat mengkonversi untuk laki-laki bisa setinggi 2:1,” kata sosiolog Inggris, Kevin Brice.
Selain itu, katanya, umumnya perempuan mualaf ingin menampilkan tanda-tanda dari agama baru mereka – khususnya jilbab – walaupun gadis Muslim yang dibesarkan dalam tradisi Islam justru malah memilih tak berjilbab. “Mungkin sebagai akibat dari tindakan ini, yang cenderung menarik perhatian, Muslim mualaflah yang sering melaporkandiskriminasi terhadap mereka daripada mereka yang menjadi Muslimah sejak lahir,” tambahnya.
Hal itu diakui Backer. “Di Jerman, ada Islamophobia. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya bertobat. Ada kampanye untuk melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris – intinya saya difitnah. Sekarang, saya presenter di NBC Eropa,” ujarnya.
Hal itu diamini Lyne. “Aku menyebut diriku seorang Muslim Eropa, yang berbeda dengan mereka yang menjadi Muslim sejak lahir. Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu – saya tidak menerima secara membabi-buta. Dan pada akhirnya harus diakui, Islam adalah agama yang paling logis secara logika,” ujarnya.
“Banyak perempuan mualaf di Inggris juga mengkonversi agamanya karena tertarik dengan kehangatan hubungan di antara sesama Muslim. “Beberapa tertarik untuk merasakan kembali nilai-nilai yang telah mengikis di Barat,” kata Haifaa Jawad, dosen senior di Universitas Birmingham, yang telah mempelajari fenomena konversi agama. “Banyak orang, dari semua lapisan masyarakat, meratapi hilangnya tradisi menghargai orang tua dan perempuan, misalnya. Ini adalah nilai-nilai yang termuat dalam Quran, yang umat Islam harus hidup dengannya,” tambahnya Brice.
Nilai-nilai seperti ini pula yang menarik Camilla Leyland, 32, seorang guru yoga yang tinggal di Cornwall, pada Islam. Ia seorang ibu tunggal untuk anak, Inaya, dua tahun. Ia mengaku menjadi Muslim pada pertengahan usia 20-an untuk ‘alasan intelektual dan feminis’.
“Aku tahu orang akan terkejut mendengar kata-kata ‘feminisme’ dan ‘Islam’ dalam napas yang sama, namun pada kenyataannya, ajaran Alquran memberikan kesetaraan kepada perempuan, dan pada saat agama itu lahir, ajaran pergi terhadap butir masyarakat misoginis,” tambahnya. Selama ini, orang salah memandang Islam, katanya. “Islam dituduh menindas wanita, namun yang aku rasakan ketika dewasa, justru aku merasa lebih tertindas oleh masyarakat Barat.”
Tumbuh di Southampton – ayahnya adalah direktur Institut Pendidikan Southampton dan ibunya seorang
ekonom – Camilla pertama kali bersinggungan dengan Islam di sekolah. Ia mengenal Islam saat kuliah dan kemudian mengambil gelar master di bidang Studi Timur Tengah. Ketika tinggal dan bekerja di Suriah, ia menemukan pencerahan spiritual.
Merefleksikan apa yang dia baca di Alquran, ia menyadari bahwa islamlah yang dicarinya selama ini. “Orang-orang akan sulit untuk percaya bahwa seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari kelas menengah akan memilih untuk menjadi Muslim,” katanya, menirukan komentar ayahnya saat itu. Namun ia mantap menjadi Muslimah. Kini, ia yang mengaku tak pernah meninggalkan shalat lima waktu tapi belum berjilbab ini menyatakan dirinya telah “merdeka”. “Saya sangat bersyukur menemukan jalan keluar bagi diri saya sendiri. Saya tidak lagi menjadi budak masyarakat yang rusak.” (Daily Mail & Republika)

Rabu, 22 Juni 2011

Asal Mula Penciptaan Seluruh Alam Semesta dan Isinya Oleh Allah Swt

Penciptaan Nur Muhammad (s.a.w.)
Suatu hari Sayedena Ali, karam Allahu wajhahu, misanan dan menantu Nabi Suci s.a.w. bertanya, "Wahai Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta'Ala sebelum semua makhluq ciptaan?" Berikut ini adalah jawaban nya yang indah :
Sesungguhnya, sebelum Rabb mu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu, dan Nur itu diistirahatkan haithu mashaAllah, dimana Allah menghendakinya untuk istirahat. Dan pada waktu itu tidak ada hal lainnya yang hadir  tidak lawh al-mahfoudh, tidak Sang Pena, tidak Surga ataupun Neraka, tidak Malaikat Muqarabin (Angelic Host), tidak langit ataupun dunia; tiada matahari, tiada rembulan, tiada bintang, tiada jinn atau manusia atau malaikat belum ada apa-apa yang diciptakan, kecuali Nur ini.
Kemudian Allah  Subhan Allah  dengan iradat Nya menghendaki adanya ciptaan. Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian. Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena, dari bagian kedua lawh al-mahfoudh, dari bagian ketiga Arsy.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawh al-mahfoudh dan Pena, pada Pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudia memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, Ya Allah, apa yang harus saya tulis? Allah berkata, Tulislah : la ilaha illAllah, Muhammadan Rasulullah. Atas itu Pena berseru, Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah.. Allah kemudian berkata, Wahai Pena, jagalah kelakuan mu ! Nama ini adalah nama Kekasih Ku, dari Nurnya Aku menciptakan Arsy dan Pena dan lawh al-mahfoudh; kamu, juga diciptakan dari Nur nya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun. Ketika Allah S.W.T. telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya akan Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujung nya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia ilahiah yang agung. Maka, jangan seorangpun gagal dalam memuliakan dan menghormati Nabi Suci, atau menjadi lalai dalam mengikuti contoh nya (Nabi) yang cemerlang, atau membangkang/meninggalkan kebiasaan mulia yang diajarkannya kepada kita.
Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis. Apa yang harus saya tulis, Ya Allah? bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan ! Berkata Pena, Ya Allah, apa yang harus saya mulai? Barkata Allah, Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillah al-Rahman al-Rahim. Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfoudh), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah S.W.T. berbicara dan berkata, Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama Ku; Nama Keagungan Ku, Kasih Sayang Ku dan Empati Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih Ku Muhammad.
Dengan Keagungan Ku Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan. Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian :
  • Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsh);
  • Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana   Ilahiah, ‘Arsh);
  • Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluq) langit lainnya;
  • Dan bagian ke-empat Aku bagi lagi menjadi empat bagian:
  • Dari bagian pertama Aku membuat semua langit, 
  • Dari bagian kedua Aku membuat bumi-bumi , 
  • Dari bagian ketiga Aku membuat Jinn dan api.
 Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : 
  • dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; 
  • dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; 
  • dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad),
  • dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad s.a.w..
Ruh yang cantik ini diciptakan 360,000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan.
  • Kepalanya dibuat dari petunjuk, 
  • Lehernya dibuat dari kerendahan hati,
  • Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, 
  • Dahinya dari kedekatan (kepada Allah),
  • Mulutnya dari kesabaran, 
  • Lidahnya dari kesungguhan,
  • Pipinya dari cinta dan ke-hati-hati-an,
  • Perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan,
  • Kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus,
  • dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
  • Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang.
  • Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi diatas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Duabelas Tabir { Bismi=786 7+8+6=21 Mirror of 21= 12 Bulan, 12th Rabil Awal, 12 suku, 12 Menunjukkan Penuntasan}
Sesudah ini Allah S.W.T., menciptakan duabelas tabir.
  • Yang pertama dari itu adalah Tabir Kekuatan didalam mana Ruh Nabi s.a.w. mukim (tinggal) selama 12,000 tahun, membaca Subhana rabbil-'ala (Maha Suci Rabb-ku, Maha Tinggi).
  • Yang kedua adalah Tabir Kebesaran dalam mana dia ditutupi selama 11,000 tahun, berkata, Subhanal Alim al-Hakim (Maha Suci Rabb-ku, Maha Tahu, Maha Bijak).
  • Dia dipingit selama 10,000 tahun dalam Tabir Kebaikan, mengucapkan Subhana man huwa da 'im, la yaqta (Maha Suci Rabb-ku Yang Abadi, Yang Tidak Berakhir).
  • Tabir ke-empat adalah Tabir Rahman, disitu ruh mulia itu tinggal selama 9,000 tahun, memuja Allah, berkata: Subhana-rafi-al-‘ala (Maha Suci Rabb ku Yang Ditinggikan, Maha Tinggi).
  • Tabir kelima adalah Tabir Nikmat, dan di situ tinggal selama 8,000 tahun, mengagungkan Allah dan berkata, "Subhana man huwa qa'imun la yanam." (Maha Suci Rabb-ku Yang Selalu Ada, Yang Tidak Tidur).
  • Tabir ke-enam adalah Tabir Kemurahan; dimana dia tinggal selama 7,000 tahun, memuja, "Subhana-man huwal-ghaniyu la yafqaru." (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Kaya, Yang Tidak Pernah Menjadi Miskin).
  • Kemudian diikuti tabir ke tujuh, Tabir Kedudukan. Disini ruh tercerahkan itu tinggal selama 6,000 tahun, memuja Allah dan berkata : "Subhana man huwal Khaliq-an-Nur" (Maha Suci Rabb-ku Maha Pencipta, Maha Cahaya Light).
  • Berikutnya, Dia menyelimutinya dengan tabir ke delapan, Tabir Petunjuk dimana dia tinggal selama 5,000 tahun, memuja Allah dan berkata, "Subhana man lam yazil wa la yazal." (Maha Suci Rabb-ku Yang Keberadaan Nya Tak Pernah Berhenti, Yang Tidak Musnah).
  • Kemudian diikuti tabir ke sembilan, yaitu Tabir Kenabian dimana dia tinggal selama 4,000 tahun, mengagungkan Allah: "Subhana man taqarrab bil-qudrati wal-baqa." (Maha Suci Rabb-ku yang Mengajak Dekat dengan Maha Kuat dan Maha Langgeng).
  • Kemudian datang Tabir Keunggulan, tabir ke sepuluh dimana ruh yang tercerahkan ini tinggal selama 3,000 tahun, membaca pepujian untuk Pencipta dari Semua Sebab, berkata, "Subhana dhil-'arshi 'amma yasifun." (Maha Suci Rabb-ku Pemilik Singgasana Diatas Semua Karakter Yang Dilekatkan Kepada Nya).
  • Tabir ke-sebelas adalah Tabir Cahaya. Disana dia tinggal selama 2,000 tahun, berdoa, "Subhana dhil-Mulk wal-Malakut." (Maha Suci Rabb-ku Maha Raja semua Kerajaan Langit dan Bumi).
  • Tabir ke-dua belas adalah Tabir Intervensi (Syafa'at), dan disana dia tinggal selama 1,000 tahun, berkata "Subhana-rabbil-'azhim" (Maha Suci Rabb-ku, Maha Anggun).
Setelah itu Allah menciptakan sebuah pohon yang dikenal sebagai Pohon Kepastian.Pohon ini memiliki empat cabang. Dia menempatkan ruh yang diberkahi tadi pada salah satu cabang, dan dia terus menerus memuja Allah untuk 40,000 tahun, mengatakan, Allahu dhul-Jalali wal-Ikram. (Allah, Pemilik Keperkasaan dan Kebaikan). Setelah dia memuja Nya demikian itu dengan pepujian yang banyak dan beragam, Allah S.W.T. menciptakan sebuah cermin, dan Dia meletakannya demikian hingga menghadapi ruh Habibullah, dan memerintahkan ruh itu untuk memandangi cermin itu. Ruh itu melihat ke dalam cermin dan melihat dirinya terpantul sebagai pemilik bentuk yang paling cantik/ bagus dan sempurna. Dia kemudian membaca lima kali, Shukran lillahi ta'ala (terima kasih kepada Allah, Maha Tinggi Dia), dan tersungkur dalam posisi sujud dihadapan Rabb-nya. Dia tetap bersujud seperti itu selama 100 tahun, mengatakan Subhanal-aliyyul-azhim, wa la yajhalu. (Maha Suci Rabb ku Maha Tinggi Maha Anggun, Yang Tidak Mengabaikan Apapun); Subhanal-halim alladhi la yu’ajjalu. (Maha Suci Rabb-ku Maha Toleran, Yang Tidak Tergesa-gesa); Subhanal-jawad alladhi la yabkhalu. (Maha Suci Rabb ku Maha Pemurah Yang Tidak Pelit). Karena itulah Penyebab (Adanya) Makhluq mewajibkan ummat Muhammad s.a.w. untuk melakukan sujud (sajda) lima kali dalam sehari, lima shalat dalam jangka waktu siang sampai malam ini adalah sebuah hadiah kehormatan bagi ummat Muhammad s.a.w..
Dari Nur Muhammad 
Berikutnya Allah menciptakan sebuah lampu jamrut hijau dari Cahaya, dan dilekatkan pada pohon itu melalui seuntai rantai cahaya. Kemudian Dia menempatkan ruh Muhammad s.a.w. di dalam lampu itu dan memerintahkannya untuk memuja Dia dengan Nama Paling Indah (Asma al-Husna). Itu dilakukannya, dan dia mulai membaca setiap satu dari Nama itu selama 1,000 tahun. Ketika dia sampai kepada Nama ar-Rahman (Maha Kasih), pandangan ar-Rahman jatuh kepadanya dan ruh itu mulai berkeringat karena kerendahan hatinya.
Tetesan keringat jatuh dari padanya, sebanyak yang jatuh itu menjadi nabi dan rasul, setiap tetes keringat beraroma mawar berubah menjadi ruh seorang nabi. Mereka semua berkumpul di sekitar lampu di pohon itu, dan Allah Azza wa Jala berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w., "Lihatlah ini sejumlah besar nabi yang Aku ciptakan dari tetesan keringatmu yang menyerupai mutiara." Mematuhi perintah ini, dia memandangi mereka itu, dan ketika cahaya mata itu menyentuh menyinari objek itu, maka ruh para nabi itu sekonyong konyong tenggelam dalam Nur Muhammad s.a.w., dan mereka berteriak, "Ya Allah, siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?" Allah menjawab mereka, "Ini adalah Cahaya dari Muhammad Kekasih Ku, dan kalau kamu akan beriman kepadanya dan menegaskan risalah kenabiannya, Aku akan menghadiahkan kepada kamu kehormatan berupa kenabian. Dengan itu semua ruh para nabi itu menyatakan iman mereka kepada kenabiannya, dan Allah berkata, "Aku menjadi saksi terhadap pengakuanmu ini," dan mereka semua setuju. Sebagaimana disebutkan di dalam al Quran yang Suci:
Dan ketika Allah bersepakat dengan para nabi itu : Bahwa Aku telah memberi kamu Kitab dan Kebijakan; kemudian akan datang kepadamu seorang Rasul yang menegaskan kembali apa-apa yang telah apa padamu; kamu akan beriman kepadanya dan kamu akan membantunya; apa kamu setuju? Dia berkata. Dan apakah kamu menerima beban Ku kepadamu dengan syarat seperti itu. Mereka berkata, "Benar kami setuju." Allah berkata, "Bersaksilah demikian, dan Aku akan bersama kamu diantara para saksi."(Ali Imran, 3:75-76) Kemudian ruh yang murni dan suci itu kembali melanjutkan bacaan Asma ul Husna lagi. Ketika dia sampai kepada Nama al-Qahhar, kepalanya mulai berkeringat sekali lagi karena intensitas dari al Qahhar itu, dan dari butiran keringat itu Allah menciptakan ruh para malaikat yang diberkati. Dari keringat pada mukanya, Allah menciptakan Singgasana dan Hadhirat Ilahiah, Kitab Induk dan Pena, matahari, rembulan dan bintang-bintang. Dari keringat di dadanya Dia menciptakan para ulama, para syuhada dan para mutaqin. Dari keringat pada punggungnya dibuat lah Bayt-al-Ma’mur (rumah surgawi), Kabatullah (Kaba), dan Bayt-al-Muqaddas (Haram Jerusalem), dan Rauda-i-Mutahhara (kuburan Nabi Suci s.a.w.di Madinah), begitu juga semua mesjid di dunia ini.
Dari keringat pada alisnya dibuat semua ruh kaum beriman, dan dari keringat punggung bagian bawahnya (the coccyx) dibuatlah semua ruh kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung.
Dari keringat di kaki nya dibuatlah semua tanah dari timur ke barat, dan semua apa-apa yang berada didalamnya. Dari setiap tetes keringatlah ruh seorang beriman atau tak-beriman dibuatnya. Itulah sebabnya Nabi Suci s.a.w.disebut juga sebagai "Abu Arwah", Ayah para Ruh. Semua ruh ini berkumpul mengelilingi ruh Muhammad s.a.w., berputar mengelilinginya dengan pepujian dan pengagungannya selama 1,000 tahun; kemudian Allah memerintahkan para ruh itu untuk memandang ruh Muhammad s.a.w..Para ruh mematuhi.
Siapa Memandang kepada Ruh Muhammad s.a.w.
Nah, di antara mereka yang pandangannya jatuh kepada kepalanya ditakdirkan menjadi raja dan kepala negara di dunia ini. Mereka yang memandang kepada dahinya menjadi pemimpin yang adil. Mereka yang memandang matanya akan menjadi hafiz Kalimat Allah (yaitu seorang yang memegangnya kedalam ingatannya). Mereka yang memandang alisnya akan menjadi pelukis dan artist. Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Mereka yang melihat pipinya yang penuh barakah menjadi pelaksana karya yang bagus dan pantas. Mereka yang melihat mukanya menjadi hakim dan pembuat wewangian, dan mereka yang melihat bibirnya yang penuh barokah menjadi menteri.
Barang siapa melihat mulutnya akan menjadi mereka yang banyak berpuasa. Barangsiapa yang melihat giginya akan menjadi kelihatan bagus/cantik, dan siapa yang melihat lidahnya akan menjadi utusan /duta raja-raja. Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu'adhdhin (yang mengumandangkan adhan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut, dan barang siapa melihat lehernya akan menjadi usahawan dan pedagang.
Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur catu kebutuhan hidup). Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi.
Siapa yang melihat dadanya yang penuh baraokah akan menjadi seorang terpelajar, meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu. Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum Shari'a. Siapa yang melihat sisi badanya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruk'u dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute). Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum tak-beriman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Nimrod, Pharoah dan sejenisnya.

Kini semua ruh itu diatur  dalam empat baris.  
  • Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s.;
  • Di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat Allah;
  • Di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki dan perempuan;
  • Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak-beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah S.W.T.sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik.
Tidak seorang pun tahu kecuali Allah S.W.T. yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad s.a.w. bertanya kepada malaikat Jibra'il ,  "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya  Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70,000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah; sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12,000 kali." "Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?"  bertanya Nabi Muhammad s.a.w.. "Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu. "Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh," jawab Nabi Suci s.a.w.. Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70,000 dikalikan 12,000 !

Nur-Muhammad oleh: Haja Amina Adil

Jumat, 10 Juni 2011

Enam Perkara Yang Menjadi Rahasia Allah SWT

Sayyidina Umar r.a., pernah berkata tentang urusan-urusan yang menjadi rahasia Allah SwT.

Pertama, Allah SwT menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya.

Hal ini dimaksudkan agar hamba-Nya senantiasa untuk bersungguh dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SwT. Jangan sekali-kali meremehkan suatu ketaatan meskipun itu sepertinya sangat kecil atau perkara yang remeh. Karena bisa jadi, dalam ketaatan yang dianggap kecil itu terdapat keridhaan Allah SwT yang dapat memberikan berkah, pahala, dan ampunan sehingga dapat menjadi bekal di akhirat kelak.

Perkara yang kedua adalah, Allah menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya.

Tujuannya adalah agar hamba-hamba-Nya selalu berupaya dengan seluruh daya dan upaya meninggalkan kemaksiatan dan takut terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan itu. Meskipun kemaksiatan itu hanyalah kemaksiatan yang sangat kecil, karena bisa saja dengan kemaksiatan yang sangat kecil itu justru terdapat murka Allah SwT. Memang dalam beberapa kasus Allah SwT menampakkan kemurkaan-Nya, seperti orang yang sedang mabuk tiba-tiba tersambar petir padahal tidak ada hujan dan cuaca yang cerah. Atau ketika sedang bermesraan dengan bukan pasangan yang dihalalkan tiba-tiba meninggal dunia. Namun, kasus-kasus seperti itu hanyalah sebagian kecil saja dan mayoritas kemurkaan Allah SwT dirahasiakan oleh Allah SwT.

Ketiga, Allah SwT menyembunyikan kapan Malam Lailatul Qadar muncul di bulan Ramadhan.

Dengan merahasiakan datangnya Malam Lailatu Qadar ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada orang-orang yang beriman untuk selalu menghidupkan bulan Ramadhan baik siang maupun malam selama satu bulan penuh, agar dapat melahirkan ketakwaan dalam diri sesuai dengan tujuan pelaksanaan puasa Ramadhan (QS. Al-Baqarah [2]: 183). Kerahasiaan Malam Lailatul Qadar ini memang cukup beralasan, karena nilainya lebih baik dari 1000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan (QS. Al-Qadr [97]: 1-5).

Keempat, Allah SwT menyembunyikan keberadaan para wali di antara manusia.

Agar setiap orang selalu menghormati orang lain dan tidak mudah meremehkan orang lain karena status sosial yang disandangnya. Siapa tahu, orang yang diremehkan itu adalah wali Allah SwT.

Perkara kelima Allah SwT menyembunyikan kapan datangnya kematian kepada seseorang.

Sebenarnya ini merupakan sebuah cara agar manusia selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dengan selalu taat beribadah kepada Allah SwT dan melaksanakan sunnah Rasulullah Saw. Namun, masih banyak yang melupakan persiapan menyambut kedatangan maut yang pasti akan menjemput. Buktinya, masih banyak yang bermaksiat kepada Allah SwT dan tidak mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Korupsi merajalela, perselingkuhan, perzinahan, mabuk-mabukkan, mencuri, meninggalkan shalat lima waktu, tidak mengeluarkan zakat, tidak mau berpuasa Ramadhan dan kemaksiatan lainnya yang dapat dengan jelas kita lihat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita. Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang mempersiapkan kedatangan kematian itu.

Dan perkara yang dirahasiakan oleh Allah SwT yang keenam adalah ash-shalatul wustha (shalat yang paling utama) dalam shalat lima waktu. 

Supaya setiap orang muslim senantiasa memelihara shalat lima waktunya dengan baik.
Pada intinya semua perkara yang dirahasiakan oleh Allah SwT bertujuan agar hamba-Nya selalu berupaya untuk beribadah kepada Allah SwT, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya tanpa terkecuali. Dan tentunya disempurnakan dengan mengikuti dan melaksanakan sunnah Rasulullah Saw. Mudah-mudahan dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SwT. Amiiin ya Rabbal ‘Alamiin. (Zarkasih)

Sabtu, 04 Juni 2011

Islam Diperangi Lewat Pengrusakan Wanita

Musuh-musuh Islam dan orang-orang yang membantu dan menolong mereka seperti orang-orang munafik maupun orang-orang sekuler di negara umat Islam sendiri, telah memerangi Islam dengan mempergunakan berbagai cara. Dan jika kita menganalisa lebih dalam peperangan ini, akan didaptkan bahwa senjata yang paling ampuh yang dipakai musuh-musuh Islam terhadap masyarakat Islam, ialah dengan merusak wanita muslimah, karena :

  • Wanita tabiatnya lemah, perasa, sensitif, dan cepat terpengaruh.
  • Kendati demikian, wanita adalah separuh dari masyarakat. Belum lagi sebagai pendidik para lelaki yang merupakan separuh kedua masyarakat. Jadi, sesungguhnya kaum wanita adalah masyarakat itu sendiri secara utuh.
  • Wanita adalah pengendali kemudi rumah tangga Islami.
  • Dan wanita adalah pengembala di dalam rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas gembalanya. (penggalan dari hadits yang diriwatkan Ahmad, Ibnu Majah, Abu daud, Tirmidzi dari Ibnu Umar Shahibul Jami 4445)
  • Wanita adalah pendidik, guru, dan murabbi anak.
  • Inilah tanggung jawab yang sangat menentukan. Itulah sebabnya Sayyid Quthb menamai wanita sebagai "Penjaga benteng pertahanan" (Lihat Fi Dziilalil Qur'an : 6 : 3619)
  • Tidak bisa di bayangkan, bagaimana jika penjaga benteng pertahanan ini rusak, menyeleweng, atau berfikrah buruk yang meruntuhkan.. Apa gerangan yang terjadi dalam rumah tangga Islami?
Tak pelak lagi, akibatnya akan parah, maka dari itu seyogyanya setiap saudari muslimah waspada dan perihatin terhadap program yang dicanangkan musuh-musuh Islam terhadap kaum wanita, khususnya wanita muslimah. Serta menyadari peranan yang harus dimainkan untuk mengantisifasi bentuk imperialisme yang ditujukan kepada mereka. Antara lain sebagai berikut :
  1. Komitmen terhadap agamanya dengan menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang, dalam rangka menjaga diri dari penyelewengan-penyelewengan.
  2. Mengajak wanita lain kepada komitmen ini dengan memaksimalkan segala macam cara yang dapat ditempuh dan tersedia.
  3. Mendalami ajaran Islam dan menyadari kondisi ummat Islam plus program musuh-musuh Islam. Yaitu dengan jalan membaca dan mengikuti perkembangan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat
Berbagai cara dan taktik yang dipergunakan musuh-musuh Islam untuk merusak wanita muslimah dalam seluruh fase kehidupan. Diantaranya :
  1. Media Informasi (yang dibaca, di dengar dan di tonton) secara lahiriah : perhatian terhadap urusan-urusan kaum wanita, pembelaan terhadap hak-haknya, dan penyajian tema-tema yang menyentuh kebutuhannya. Secara batiniah: Gambar wanita yang sensual mereka telanjang dari segalanya : Dari pakaian, malu, akhlak dan sbagainya.
  2. Ajakan kepada kebebasan (liberation) yang mutlak, tanpa batas.
  3. Ajakan kepada penghalang segala sesuatu, dan seruan untuk berlepas diri dari kebiasaan, adab dan tradisi.
  4. Menjadikan idola orang-orang yang rusak dan bobrok di tengah-tengah masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan seperti penyanyi, artis, bintang film dan sebagainya.
  5. Mengikuti mode paling trend untuk pakaian , rok, sepatu, model rambut dan sebagainya
  6. Ajakan kepada para wanita muslimah agar bekerja di luar rumah dan berbaur (ikhtilat) dengan lawan jenisnya.
  7. Mengajari wanita tehnik-tehnik merayu dan penulisan puisi-puisi dan roman percintaan, melalui rubrik-rubrik tertentu, misalnya : sastra, tulisan (surat) pembaca, dialog (wawancara) dan sebagainya.
  8. Menggalahkan apa yang dinamakan dengan saling perkenalan antara pemuda-pemudi. Hal mana memotifasi mereka untuk saling mengirim surat. Ini yang mereka sebut korespondensi (murasalah)
Tokoh Fremasonry, Pulih (1879 M): "Percayalah bahwa kami tidak menang terhadap agama kecuali pada hari dimana kaum wanita dapat berjalan diantara barisan-barisan kami dan turut berpatisipasi bersama kami (kaum laki-laki)".

Muhammad Thal'at Harb Basy' dalam bukunya (Wanita dan Jilbab) berkata : "Menaggalkan jilbab dan ikhtilat merupakan angan-angan yang sudah lama diimpikan oleh Eropa. Dengan tujuan yang mudah ditebak oleh mereka yang menelaah makar jahat Eropa terhadap dunia Islam (Muslim World) [disadur dari buku : Al Mar'ah wamahanatuha fil Islam oleh Ahmad al- Hushain hal. 225-233]

Asma binti Yazid datang kepada Nabi Saw dan berkata : "Saya adalah perutusan dari sekelompok wanita muslimah, semuanya sependapat dengan saya bahwa sesungguhnya Allah telah mengutus paduka kepada kaum pria dan wanita. Maka kami pun beriman dan berittiba' kepada paduka, akan tetapi kami sebagai wanita merasa kekurangan dan dibatasi, yakni kami hanya sebagai penjaga-penjaga rumah.
Sementara kaum pria diberi keistimewaan : dapat menghadiri shalat Jum'at dan melawat jenazah serta ikut berjihad. Apabila mereka pergi berjihad, maka kami justru disuruh menjaga hartanya dan mendidik anak-anaknya. Wahai Rasulullah Saw, dapatkah kiranya kami memperoleh pahala seperti mereka?
Mendengar itu, Rasulullah Saw berpaling kepada para sahabat, dan bersabda : "Pernahkah kalian mendengar perkataan seorang wanita menanyakan perkara agamanya lebih baik dari ini?" Mereka berkata : "Tidak pernah wahai Rasulullah Saw." Rasulullah Saw bersabda : "Hai Asma' pulanglah dan beritahulah wanita-wanita yang mengutusmu bahwa sesungguhnya perlakuan baik salah seorang diantara kalian kepada suaminya, usaha mendapatkan ridhanya dan mengikuti keinginannya, maka ia akan mendapatkan pahala persis sama seperti yang kamu sebutkan tadi tentang kaum pria". Asma' kemudian kembali sambil bertahlil dan bertakbir karena gembira mendengar sabda Nabi Saw. (HR. Muslim dan lain-lain)

Oleh : Abu Anas Husein bin Ali Al-Ali