MAMPIR GAN DI LAPAK ANE

Minggu, 13 Februari 2011

Berguru Pada Kebenaran


Orang yang patut  jadi pembimbing adalah orang yang telah melepaskan diri dari kungkungan cinta dunia dan ambisi kekuasaan.

Ketahuilah! orang yang akan menempuh jalan kebenaran harus mempunyai pembimbing (mursyid) yang mampu mendidik dirinya untuk memiliki akhlak yang mulia.
Mendidik itu kita ibaratkan bertani, membuang onak duri, dan mencabut rumput di celah-celah tanaman, agar tanaman itu tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Orang yang hendak menempuh jalan kebenaran harus mempunyai guru yang dapat membimbingnya (mursyid) ke jalan Allah. Allah telah mengutus Rasul-Nya untuk menuntun hamba-Nya ke jalan yang lurus. Setelah Rasulullah meninggal, beliau digantikan oleh generasi setelahnya yang membimbing hamba-Nya ke jalan Allah.
Orang yang pantas jadi pembimbing ialah orang yang benar-benar alim. Tetapi itu bukan berarti bahwa setiap orang alim layak menempati kedudukan sebagai pembimbing.

Orang yang patut jadi pembimbing adalah orang yang telah melepaskan diri dari kungkungan cinta dunia dan ambisi kekuasaan. Ia hati-hati dalam mendidik diri sendiri. Ia menyedikitkan makan, tidur, dan bertutur kata. Ia memperbanyak salat, sedekah dan puasa. Kehidupannya selalu dihiasi dengan akhlak yang mulia, sabar dan syukur. Ia selalu yakin, tawakkal, ikhlas menerima apa adanya yang dianugerahkan Allah, dan berlaku benar. Ia juga punya sifat pemalu (untuk berbuat maksiat), menepati janji, tabah, tenang, dan tidak tergesa-gesa.

Orang yang telah mempunyai sifat-sifat tersebut berarti telah memiliki sebagian "Nur Nabi Muhammad SAW". Ia patut dijadikan pembimbing. Namun, orang seperti ini amat sulit ditemukan, bahkan lebih sulit daripada mencari mutiara di dasar samudra.

dengan usaha yang serius tentu kamu akan menemukan pembimbing yang demikian itu. Dan kepadanya, kamu harus hormat, baik secara lahir maupun batin. Hormat secara lahir adalah taat melakukan segala hal yang diperintahkannya dengan segala kemampuanmu. Adapun hormat secara batin adalah segala yang kamu dengar darinya, secara lahir kamu terima dan secara batin tidak kamu inkari, baik dari segi ucapan atau tindakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar