MAMPIR GAN DI LAPAK ANE

Sabtu, 23 April 2011

Hamba yang Mendapat Cinta-Nya

"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu ke sisi Kami sedikit pun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka mereka itu memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka lakukan dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)." (QS SABA' [34]: 37)

Ayat yang agung ini  ingin menyampaikan pesan bahwa saat mengaruniakan harta dan anak pada kita, Allah tidak sedang memberi penghargaan kepada kita. Allah pun tidak sedang menujukan keridhaan-Nya atas apa yang kita perbuat. Harta dan anak-anak yang Allah anugerahkan itu adalah nikmat sekaligus ujian. Oleh sebab itu, adanya harta dan anak tidak otomatis membuat kita menjadi dekat pada Allah Swt.

Allah ingin membantah para pendurhaka yang merasa nyaman dan mapan dengan harta dan anak-anak yang selalu ada didekat mereka. Mereka pikir itulah yang akan menyelamatkan hidup mereka. Mereka pikir itulah yang akan menyertai mereka menghadap Allah kelak hingga tidak sedikit pun waktu yang terlewat selain untuk mengurusi harta dan anak-anak. Sebanyak-banyaknya harta mereka tumpuk. Apa saja yang mereka lakukan, bahkan yang haram sekali pun, demi anak-anak mereka. Padahal tidak demikian kenyataannya.

Hanya iman yang mewujud pada amal saleh yang akan menyelamatkan mereka. Iman akan melahirkan kecintaan kepada Allah Swt. Amal saleh adalah bukti dari kecintaannya itu. Seorang hamba tunduk patuh akan selalu memahami bahwa harta baginya sarana untuk dibelanjakan di jalan Allah Swt. Demikian juga anak yang Allah amanahkan kepadanya. Ia akan memelihara dan membesarkannya dengan tuntunan agama Allah Swt yang agung. Semua yang ia lakukan hanya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Swt. Itulah yang akan menjaminnya mendapar ridha Allah Swt.

Di dalam hadis Qudsi Allah berkata, "Siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka ia telah menyatakn perang dengan-Ku! Tidaklah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku selain dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya, dan tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu yang aku sunahkan sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarnya yang denganya ia mendengar, Aku akan menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, dan Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku penuhi permintaannya dan jika ia meminta perlindungan-Ku pasti Aku melindunginya." (HR Bukhari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar